Thursday, December 6, 2018

Beda Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Api Argo Gede (JB 250)

Nggak puas mengkhayal Kereta Api Bukit Serelo bablas Bandung dan Kereta Api Cisadane dipaksa lahir kembali, si bocah juga menyebut Kereta Api Argo Parahyangan sebagai Kereta Api Argo Gede (JB 250). Padahal JB 250 selalu Full K1 Argo dan belum pernah bawa K2 apalagi K3. 
eda-Kereta-Api-Argo-Parahyangan-dan-Kereta-Api-Argo-Gede-JB250

Mengkhayalah sampe kamu puas, tapi jangan bawa-bawa khayalanmu ke dunia nyata karena bisa nyusahin orang lain. Seolah nggak pernah puas berada di dunia khayalan ketika bocah yang mengaku Railfans itu bikin Kereta Api Bukit Serelo Bablas sampe ke Bandung. Entah dijadiin kereta amphibi, berkhayal ada kapal ferry pengangkut kereta api, atau ada Jembatan Selat Sunda (JSS). Pokoknya Kereta Api Bukit Serelo dibikin nyasar ke Bandung.



Padahal Kereta Api Bukit Serelo itu kereta ekonomi (K3) punya Divre III Sumatera Selatan dan Lampung. Dinas di Provinsi Sumatera Selatan melayani rute Kertapati (KPT)-Lubuklinggau (LLG). Kecuali satu stasiun, Stasiun Kotapadang, ada di Provinsi Bengkulu. Harga tiketnya Rp 35.000,00 dan lama perjalanan kurang lebih 7-8 jam.

Sementara khayalannya yang lain ialah Kereta Api Cisadane yang telah lama pensiun baik sebagai Kereta Api Jarak Jauh maupun KRL Ekspres. Untuk membawa khayalannya ke dunia nyata, si bocah sampe tega "memperkosa" kereta api Patas Bandung Raya, memaksanya jadi Kereta Api Cisadane Ekspres.

Beda Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Api Argo Gede (JB250)Kereta Api Argo Parahyangan disebut Kereta Api Argo Gede

Seolah nggak cukup sampe disitu, mengkhayalnya berlanjut ke Kereta Api Argo Gede (JB 250), yang pernah jadi kebanggaan di zaman Perumka bersama Kereta Api Argo Bromo (JS 950) yang kini jadi Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Kedua kereta unggulan ini benar-benar ekslusif, karena nggak pernah sekalipun bawa kereta eksekutif satwa, lebih-lebih kereta bisnis (K2) apalagi kereta ekonomi (K3).

Kita nggak bisa menyangkal bahwa kereta eksekutif (K1) yang dibawa Kereta Api Argo Parahyangan sekarang itu bekas Kereta Api Argo Gede, kecuali K1 18 Stainless Steel dan sebagian lagi pernah dibawa dinas Kereta Api Argo Wilis. Tapi tetap nggak pantas menyebut Kereta Api Argo Parahyangan sebagai kereta api Argo Gede. Karena keduanya memang beda, meski asal usul Kereta Api Argo Parahyangan itu dari Argo Gede juga.

Sedikit flashback 8 tahun ke belakang, PT. KAI mengalami kerugian besar karena Kereta Api Parahyangan yang pernah jadi andalan dan berjaya hingga era 1990-an sepi peminat setelah Tol Cipularang beroperasi. Keberadaan tol memunculkan moda transportasi alternatif yang namanya travel. Nah travel ini ternyata bisa door to door sehingga dianggap lebih efisien.

Sejak saat itu Kereta Api Parahyangan kalah bersaing dan disaat yang sama juga nggak ada peningkatan kualitas layanan di kereta legendaris tersebut. Meski sempat tertolong sama Promo Tiket dari PT.KAI, ternyata travel juga nggak mau kalah melakukan gelaran diskon gede-gedean, sehingga nggak ada pilihan lain selain sang legenda yang harus pensiun.

Apalagi di jalur yang sama juga ada Kereta Api Argo Gede, udah jadi saingan sang legenda sejak awal dinas tahun 1996. Semula PT.KAI pengen memaksimalkan Kereta Api Argo Gede karena okupasinya tak seburuk Parahyangan. Demi mengakomodasi pelanggan setia sang legenda, jadwal Kereta Api Argo Gede akan pakai slot Kereta Api Parahyangan, bahkan rencananya bakal ditambah kereta bisnis (K2) di jam-jam tertentu.

Tapi karena nama Parahyangan udah terlanjur melekat nama Kereta Api Argo Gede pun dirubah jadi Kereta Api Argo Parahyangan, yang berarti gabungan Kereta Api Argo Gede dan Kereta Api Parahyangan. Pelanggan setia kereta api argo Gede tetap bisa menikmati layanan eksekutif argo, sementara pelanggan setia kereta bisnis (K2) Parahyangan nggak kehilangan layanan kereta bisnis (K2).

Seiring berjalan waktu, layanan kereta bisnis (K2) di kereta api Argo Parahyangan berubah jadi kereta ekonomi (K3) plus rangkaian K3 2016 dan setahun kemudian Kereta Api Argo Parahyangan Premium dinas dengan layanan full kereta ekonomi (K3) premium/K3 2017.

Jadi Memang Beda meski asal usulnya juga Argo Gede.

Kesimpulannya tetap nggak bisa Kereta Api Argo Parahyangan disebut Kereta Api Argo Gede, karena memang beda meski asal-usulnya juga dari Kereta Api Argo Gede. Kereta Api Argo Parahyangan merupakan merger antara Kereta Api Argo Gede dan Kereta Api Parahyangan. Karena gabungan 2 kereta beda kelas, jadilah Kereta Api Argo Parahyangan sebagai pelopornya kereta api argo campuran.

Beda dari segi kelas, dimana Kereta Api Argo Gede kelasnya benar-benar eksekutif argo dan pernah jadi kebanggaan di masanya. Sementara Kereta Api Argo Parahyangan meski masih ada eksekutif argo tapi dicampur sama kereta bisnis (K2). Adakalanya juga pake kereta eksekutif satwa, bahkan sekarang sampe ada yang full kereta ekonomi (K3). Sekalipun premium nggak menghalangi adanya meme "Argo Kok Ekonomi".

Si Bocah tetap salah meski kalo bicara asal usul memang nggak bisa disangkal bahwa Kereta Api Argo Parahyangan itu peranakan Argo Gede dan Parahyangan. Salahnya si bocah juga kenapa tetap keukeuh membawa khayalan ke dunia nyata.

No comments:

Post a Comment